Sebuah obrolan di MyQuran berkaitan dengan kehidupan berumah tangga…
http://myquran.org/forum/index.php/topic,27640.msg678416.html#msg678416
———————————————————————————————————————–
salaamun ‘alaykum
Kalau sudah terbawa emosi/marah biasanya memukul adalah sikap refleks.jadi kadang tidak terpikir kalau gak boleh memukul bagian kepala termasuk muka.
Namun demikian, hendaknya para istri bisa berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat marah suaminya.
amar-makassar
———————————————————————————————————————–
Tanggapan seorang MyQer lain :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,27640.msg678470.html#msg678470
———————————————————————————————————————–
@atas marah dan kemudian memukul itu suatu kebiasan. Kalau tidak terbiasa maka tidak akan memukul. Saya sendiri usia 18 tahun an dulu punya kebiasaan buruk itu, sedikit masalah tidak mampu mengendalikan tangan yang bermain. Kayak model pendekar saja 
Semakin hari semakin bepikir, setelah dipikir pikir, apa gunanya main tangan. Setelah dianalisis dengan benar ternyata orang yang kebiasaan main tangan berarti orang yang tidak mampu menyelesaikan masalah adalah “looser”
apalagi biasanya main tangan begini cuman beraninya keapada orang yang lebih lemah 
Sejak tambah sedikit pengalaman, berjanji dalam hati kecil, tidak akan menggunakan tangan dalam menyelesaikan masalah. Hanya seorang pecundang yang melakukan itu.
Akhirnya alhamdullilah cuman tembok yang jadi sasaran, atau meja kayu atau daun pintu yang pecah berantakan
akhirnya nyesel juga ngapain juga table kayu pecah atau daun pintu ancur terpaksa mbenerin deh sesudah marahnya reda 
Perjalanan berlanjut. Pernikahan baru saja lewat, kata orang menikah membuat orang lebih matang lagi. Ketika pertengkaran terjadi pernah suatu saat pingin mukul karena nafsu sudah besar dan keterlaluan menurut saya. Saat tangan diangkat, karena tidak menjadi kebiasan dan sempat tertahan. Si Istri bilang “ayo pukul”, ketika itu sudah bukan kebiasaan akhirnya yang terlontar adalah sebaliknya “siapa yang mau mukul !!! “
eit berkelit bisa juga ana 
Karena nggak jadi mukul itu istri melihat kalau saya memang sayang sama dia, setelah selesai satu waktu sholat, baikan lagi dah, lupa deh yang barusan dan makin sayang karena istri memandang saya menahan untuk tidak memukul karena tanda sayang sama istri 
Nah loh pertengkaran ternyata malah mendekatkan dua hati yang baru saja menapaki bahtera rumah tangga. Semakin lama akhirnya keduanya saling memahami diri masing masing dan tahu bagaimana mengendalikan konflik rumah tangga.
Seandainya saat itu saya bikin kesalahan dengan memukul, mungkin istri saya sampai hari ini tidak akan respect sama saya
Kadang kalau di ingat kembali pertengkaran itu “manis” juga 
Think twice to beat somebody you love before the regret comes.
———————————————————————————————————————–
Sebuah masukan buat saya & juga calon suami lainnya, jangan biasakan menyelesaikan suatu masalah dengan kekerasan karena kalau sudah jadi kebiasaan bisa berakibat fatal setelah nikah… 